Please enable JS

Kegiatan





UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA PESERTA DIDIK KELAS XI TGM 1 SMK TEXMACO KARAWANG TAHUN PELAJARAN 2020-2021

UUPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA PESERTA DIDIK KELAS XI TGM 1

SMK TEXMACO KARAWANG
TAHUN PELAJARAN 2020-2021

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Rizki Nurmaulani, S. Pd.

Kelas    : B

 

 

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

2020


KATA PENGANTAR

 

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dengan baik. Kegiatan ini disusun sebagaimana mestinya guna memenuhi salah satu persyaratan tugas pada pengantar pembelajaran penyusunan rancangan PTK.

Sebuah instansi atau lembaga tentu tidak pernah lepas dari berbagai permasalahan. Dalam hal ini penulis mencoba menyusun PTK yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik secara luar jaringan maupun dalam jaringan.

Penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini disusun berdasarkan kurikulum 2013 pada kondisi pandemi yang lebih menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan pembelajaran. PTK  Bahasa Indonesia ini akan membahas tentang Teks Prosedur.

Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan PTK ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaan PTK ini. Saya menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu proses penyelesain PTK ini. Semoga PTK ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya para peserta didik.

 

Karawang,    Nopember 2020

 

 

Rizki Nurmaulani, S.Pd.


 


DAFTAR ISI

 

SAMPUL DEPAN

KATA PENGANTAR ………………………………………………………...….…...i

DAFTAR ISI …………………………………………...…………………….....…….ii

 

BAB I Pendahuluan …………………..……………………………………………....1

  1. Latar belakang masalah……………….…………………………………..…1
  2. Rumusan masalah…………………..…………….……………………….…2
  3. Tujuan Penelitian…………………………………………………….………2
  4. Manfaat Penelitian…………………………………………………...………3

BAB II Landasan Teori……………………………………..……….………………..4

A.Teks Prosedur…..……………….………………………………………..….4

B.Proses Pembelajaran Teks Prosedur...……………………………………….7

C.Evaluasi Pembelajaran Teks Prosedur.………………………………………9

BAB III Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ……………………………………..10

  1. Penelitian Tidakan Kelas…………………………………………………...10
  2. Desain Penelitian…………………………………………...………………10
  3. Deskripsi Per Siklus………………………………………………………...11

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan …………………………………………………17

  1. Deskripsi Siklus I …………………………………………………………..20
  2. Deskripsi Siklus II ………………………………………………………….27
  3. Deskripsi Siklus III …………………………………………………………29
  4. Pembahasana Data Hasil Siklus I, Siklus II, dan Siklus III …………………31

BAB V  Penutup……...………………………………………………………………………26

  1. Kesimpulan………………………………………………………………………...26
  2. Saran ………………………………………………………………………………26

 

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………...iii


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Menulis merupakan salah satu aspek berbahasa yang bersifat produktif. Hal ini sangat bermanfaat bagi para penerus bangsa agar menjadi manusia yang produktif dan kreatif. Menulis dikatakan sebagai sesuatu yang produktif sebab, dengan kegiatan menulis siswa dapat menghasilkan suatu produk berbentuk karya yang dapat dibanggakan.Tetapi, pada kenyataannya kegiatan menulis adalah salah satu kegiatan yang sangat sulit. Tidak dapat dipungkiri di negara kita ini masih banyak orang yang berpendidikan tetapi tidak bisa menulis, seperti yang dikatakan oleh Zainurrahman (19:2011) “kita tidak dapat menipu diri bahwa sebagian besar masyarakat kita „tidak mampu menulis? dan bukan karena mereka buta huruf, tetapi karena mereka tidak mengerti dan tidak memiliki cukup ilmu dan pengalaman untuk melakukannya.”

Pembelajaran yang ditawarkan pada kurikulum 2013 khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia menyuguhkan beberapa teks yang harus dikuasai, salah satu teks yang harus dipelajari pada kurikulum 2013 adalah teks prosedur kompleks. Teks ini dirasa asing pada pembelajaran kurikulum 2013 karena merupakan teks yang jarang digunakan pada proses pembelajaran. Penelitian ini akan mengangkat semua masalah dimana letak kesulitan dalam memproduksi teks prosedur kompleks berdasarkan karakteristik teks.

Untuk itu, pembelajaran menulis memerlukan strategi yang tepat demi tercapainya peningkatan keterampilan menulis pada siswa. Salah satu jenis keterampilan menulis yang harus dikuasai siswa adalah menulis teks prosedur. Priyatni (2014) menjelaskan bahwa teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut. Sementara itu, Mahsun (2014) menyatakan bahwa teks prosedur adalah teks yang bertujuan untuk memberikan pengarahan atau pengajaran tentang langkah-langkah sesuatu yang telah ditentukan. Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap, jelas, dan terperinci tentang cara melakukan sesuatu (Kosasih, 2016). Teks prosedur bertujuan memberikan panduan membuat atau melakukan sesuatu sehingga membuahkan hasil yang maksimal dan berlangsung secara efektif. Dengan membaca teks prosedur, pembaca dapat mengetahui langkah- langkah membuat atau melakukan sesuatu dengan benar terhindar dari kesalahan prosedur (Suherli, 2017). Menurut Kosasih (2016), struktur teks prosedur tebagi ke dalam perumusan tujuan (pendahuluan), langkah-langkah pembahasan, dan penegasan ulang (penutup). Model

  1. Rumusan Masalah

Sehubungan dengan latar belakang masalah di atas, maka rumusan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah proses pembelajaran menulis teks prosedur dengan media gambar pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang  tahun pelajaran 2020/2021 dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik?
  2. Bagaimanakah pengaruh media gambar  terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur  pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang tahun pelajaran 2020/2021?
  3. Bagaimanakah terdapat peningkatan kemampuan menulis teks prosedur setelah dilakukan pembelajaran dengan media gambar pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang tahun pelajaran 2020/2021?

 

  1. Tujuan Penelitian

Suatu penelitian yang dilakukan pada dasarnya bertujuan untuk memecahkan masalah. Sesuatu yang akan dicapai dari sebuah penelitian memungkinkan peneliti untuk memecahkan masalah. Masalah tersebut diteliti dan pada akhirnya akan menghasilkan suatu pencapaian yang sesuai dengan permasalahan untuk mengetahui keberhasilan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Proses pembelajaran menulis teks prosedur dengan dengan media gambar pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang tahun pelajaran 2020/2021?
  2. Pengaruh media gambar terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang tahun pelajaran 2020/2021?
  3. Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur dengan media gambar pada pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK  Texmaco Karawang tahun pelajaran 2020/2021?
  1. Manfaat Penelitian

Penelitian tindakan kelas mempunyai manfaat yang cukup besar, baik bagi guru, pembelajaran, maupun bagi sekolah. Manfaat PTK bagi guru antara lain sebagai berikut:

  1. Bagi siswa

Diharapkan melalui pembelajaran dengan menggunakan media gambar ini akan dapat meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur dan memberi kemudahan dalam mengembangkan gagasan/ide tulisan.

  1. Bagi guru

Melalui penelitian ini diharapkan pendidik dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik dan baru dalam menulis teks prosedur, serta sebagai pengayaan media pembelajaran yang variatif dalam keterampilan menulis.

  1. Bagi sekolah

Melalui penelitian ini menjadi sebagai suatu kebijakan dari kepala sekolah untuk menetapkan media gambar  dalam proses pembelajaran.

  1. Bagi peneliti

Penelitian ini dapat menambah wawasan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur bagi peserta didik dan menambah pengalaman dalam mengembangkan media gambar dalam setiap proses pembelajaran terutama untuk bidang bahasa Indonesia.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. Teks Prosedur
  1. Definisi

Teks Prosedur adalah jenis teks yang berisi tujuan, langkah-langkah, dan manfaat. Teks ini bertujuan komunikastif, yaitu untuk memberi petunjuk cara melakukan sesuatu melalui serangkaian tindakan atau langkah.

Teks Prosedur sangat penting keberadaannya, yakni sebagai petunjuk bagi seseorang di dalam melakukan sesuatu. Dengan teks tersebut, seseorang menjadi benar dan lebih baik dalam melakukan tindakannya; menguuntungkan orang tersebut. Jika petunjuk itu berkaitan dengan suatu barang, penggunaannya menjadi efektif; tidak membahayakan dirinya ataupun orang lain;barang-barang atau tidak mudah rusak. Jika terkait dengan pembuatan makananm makanan yang dibuat pun menjadi lebih enak.    ( Kosasih, E.  : 2016 ). Menurut Mahsun (2014: 30) teks prosedur  adalah teks yang bertujuan untukmemberikan pengarahan atau pengajaran tentang langkah-langkah sesuatu yang telah ditentukan. Teks posedur berisikan suatu pengamatan ataupun percobaan, lebih lanjut Mahsun menjelaskan bahwa teks prosedur memiliki struktur berpikir: judul, tujuan, daftar bahan, urutan tahapan pelaksanaan, pengamatan dan simpulan.

            Menurut Priyatni (2014 : 87) teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut.

b. Tujuan Teks Prosedur

            Tujuan teks prosedur menjelaskan bagaimana sesuatu dibuat atau dilakukan dengan langkah-langkah yang urut (Priyatni 2014:87). Tujuan komunikatif teks prosedur adalah memberikan petunjuk atau cara melakukan sesuatu melalui serangkain tindakan atau langkah-langkah.(Kemendikbud, 2013:84).

  1. Struktur Teks Prosedur

Apabila teks prosedur itu kita perhatikan dengan cermat, di dalamnya terdapat sejumlah informasi yang berupa pernyataan umum dan informasi tentang tahapan-tahapan kegiatan.

  1. Tujuan, berupa pernyataan umum diisi dengan pengantar, pengenalan, ataupun maksud dari keberadaan petunjuk itu.
  2. Tahapan-tahapan/Langkah-langkah kegiatan diisi dengan langkah-langkah melakukan sesuatu yang disusun secara sistematis. Bagian ini sering pula disertai dengan penyajian alat dan bahan, terutama dalam petunjuk membuat sesuatu seperti resep. Bagian ini sering pula disajikan dengan terperinci.

Terdapat dua kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur, yaitu sebagai berikut :

  1. Teks yang berisi cara-cara membuat sesuatu. Misalnya, cara membuat egrang, cara memasak rendang, dan lain-lain
  2. Teks yang berisi cara-cara melakukan suatu aktivitas. Misalnya, cara-cara melamar pekerjaan, cara membaca buku secra efektif, cara-cara menggunakan computer, dan lain-lain.
  1. Penegasan Ulang diisi dengan kalimat-kalimat yang sepertinya, tidak berupa kesimpulan. Bahkan, dalam teks “ cara membuat brownies” penutup disampaikan seperlunya saja. Penegasan ulang berisi harapan ataupun manfaat apabila petunjuk-petunjuk itu dijlankan dengan baik. Namun, banyak pula, teks prosedur yang tidak menggunakan bagian ini. Dengan demikian, bagian penegasan ulang dalam teks prosedur sifatnya opsional.

 

 

Bagian-bagian dalam struktur tes prosedur dissusun secara sistematis (berharap, berurutan ). Hal ini berbeda dengan jenis teks lainyang pengembangannya bisa loncat-loncat atau pun berubah-ubah dengan berbagain pola pengembangan. Mislanya, dengan mengikuti pola umum-khusus, sebab-akibat, kemudian beruabah ke khusus-umum, komprasi, dan pola-pola lainnya. Adapun, teks prosedur harus berpola kronologis atau mengikuti urutan waktu. Kekacauan pola urutan di dalam teks prosedur bisa menyebabkan kesalahan di dalam aplikasi isi teks tersebut oleh pembacanya.


 

  1. Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur

Sebagaimana halnya debuh bangunan, keberadaan suatu teks karena memiliki struktur dan bahan-bahan. Struktur bangunan terdiri atas fondasi, lantai, sampai pada bagian atap. Bahannya berupa batu bata, pasir, semen, dan yang lainnya. Demikian halnya dengan sebuah teks, disamping memiliki strktur dan bahan-bahan yang relatif berbeda.

Sebagaimana yang tampak pada contoh sebelumny, teks prosedur pun dibentuk oleh kata-kata dan kalimat-kalimat tersendiri. Kalimat atau kata-kata dalam teks tersebut memiliki ciri yang relatif berbeda dengan ciri kebahasaan pada teks lainnya. Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang berlaku pada teks tersebut.

  1. Di dalam teks prosedur banyak dijumpai kalimat perintah karena berisi petunjuk-petunjuk. Kalimat perintah ditandai dengan kata-kata kerja perintah (imperatif). Contohnya : pikirkan, jauhkanlah, keluarkanlah, gosok-gosoklah, hindari. Kata kerja seperti itu dibentuk oleh akhiran -kan, -I, dan partikel -lah.

Bentuk Dasar

Imbuhan/Partikel

Bentukkan Kata

Pikir

-kan

Pikirkan

Jauh

-kan, -lah

Jaukanlah

Keluar

-kan, -lah

Keluarkanlah

Gosok-gosok

-lah

Gosok-gosoklah

Hindari

-i

Hindari

  1. Di dalam teks prosedur juga banyak diguakan konjungsi atau kata penghubung yang menyatakan urutan kegiatan seperti, dan lalu  kemudian, seelah itu, selanjutnya. Kata-kata tersebut digunakan karena teks prosedur berisi langkah-langkah penggunaan sesuatu yang bersifat kronologis. Akibatnya, teks tersebut menuntuk kehadiran konjungsi yang bermakna kronologis pula. Pernyaataan urutan sering pula dinyatakan dengan kata-kata pembilang, seperti pertama, kedua, ketiga.
  2. Dalam teks yang sejenis, banyak pula digunakan kata-kata petunjuk waktu, seperti beberapa menit kemudian , setengah, jam. Kata-kata itu banyak digunakan khususnya dalam resep makanan ( prosedur membuat sesuatu ).
  3. Teks prosedur banyak pula menggunakan kata-kata teknis berkaitan dengan tema yang dibahasnya. Misalnya, petunjuk tentang berpidato banyak menggunakan kata-kata berkaitan dengan keterampilan berbicara atau berkomunikasi. Sementara itu petunjuk tentang penggunaaan alat-alat elektronik, banyak pula menggunakan kata-kata perelektronikan.
  4. Apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran rinci tentang benda dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna.

 

2.Proses Pembelajaran Teks Prosedur

Untuk mempelajari teks prosedur dengan baik, langkah-langkah pembeajarannya dimulai dengan mengontruksi atau menemukan informasi-informasi penting yang ada dalam teks itu. Berikutnya, perlu dilakukan analisis struktur berupa tujuan dan tahapan-tahapannya dan kaidah kebahasaannya dalam rangka mengenali bentuk teks prosedur dengan struktur. yang lengkap dan benar. Terakhir yaitu mengembangkan rancangan teks prosedur itu dengan memperlihatkan pula kaidah kebahasaannya secara tepat.

Kegiatan pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan media gambar
mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1.Kegiatan Awal

Berdasarkan instrumen pelaksanaan pembelajaran, kegiatan awal yang harus dilakukan oleh guru yaitu kegiatan apersepsi dan motivasi, dan penyampaian kompetensi dan rencana kegiatan.

2.Kegiatan Inti

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam kegiatan inti, diantaranya penguasaan materi pelajaran, penerapan strategi pembelajaran yang mendidik.

  1.  Penguasaan materi pembelajaran Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, guru sudah mampu menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran, yaitu agar peserta didik memahami tentang teks prosedur. Dalam pembelajaran, guru telah menyajikan pembahasan materi dengan tepat. Pembelajaran berbasis inkuiri ini dilakukan oleh guru dengan meminta siswa mendiskusikan struktur teks prosedur dan membedakan struktur, ciri-ciri teks prosedur. Pembelajaran yang disajikan oleh guru telah disajikan secara sistematis. Guru menjelaskan dari ha-hal yang mudah terlebih dahulu seperti struktur teks prosedur, kemudian guru menjelaskan isi dari setiap struktur. Selanjutnya siswa diminta untuk menentukan struktur teks prosedur serta membedakan antara teks prosedur  berdasarkan struktur, dan ciri-cirinya.
  2.  Penerapan strategi yang mendidik Guru sudah menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik karena pembelajaran yang dilaukan oleh guru telah disesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru telah bersifat kontekstual yang dicirikan dengan konstruktivisme, inkuiri, bertanya, membentuk masyarakan belajar, pemodelan. Guru juga telah berhasil melaksanakan pembelajaran yang memunculkan kebiasaan positif siswa. Selain itu, guru juga telah terlihat menguasai kelas dengancara berkeliling memantau perkembangan peserta didik selama pembelajaran berlangsung.
  1. Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup yang pertama yaitu, guru dapat melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik. Setelah kegiatan inti yang berupa kegiatan diskusi dan pembacaan laporan hasil kelompok siswa berakhir, selanjutnya guru membuat simpulan pembelajaran dengan melibatkan siswa. Setelah guru melakukan kegiatan refleksi, guru meminta siswa mengumpulkan hasil kerja kelompok mereka sebagai bahan portofolio. Setelah mengumpulkan hasil kerja, guru melakukan kegiatan berikutnya yaitu melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan. Berdasarkan pengamatan penulis, tindak lanjut yang diberikan oleh guru berupa arahan untuk membaca tentang menyusun teks prosedur di rumah.

 

  1. Evaluasi Hasil Pembelajaran

Untuk mengevaluasi hasil pembelajaran menulis teks prosedur guru memberikan tugas pada peserta didik untuk membuat teks prosedur sesuai struktur dan kaidah kebahasaannya. Dikerjakan di dalam kelas dengan waktu kurang lebih setengah jam.


 

BAB III

PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

  1. Penelitian Tindakan Kelas

Pengertian Penelitian tindakan kelas berdasarkan berbagai sumber seperti Mettetal (2003); Kardi (2000), dan Nur (2001), Penelitian tindakan kelas (PTK) didefinisikan sebagai penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri mealui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Dalam model penelitian ini, si peneliti (guru) bertindak sebagai pengamat (observer) sekaligus sebagai partisipan.

Pengertian PTK menurut Kasbolah (1999: 15) adalah penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik pembelajaran. Alasan menggunakan PTK adalah karena permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini menyangkut kinerja guru dan aktivitas siswa secara klasikal. Oleh karena itu, peneliti meyakini bahwa PTK yang digunakan sesuai dengan karakter permasalahan yang diteliti.

  1. Desain Penelitian

Desain penelitian tindakan kelas ini mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart (Wiriaatmadja, 2005: 66). Model ini meliputi empat langkah, yaitu: Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Act), Pengamatan (Observe), dan Refleksi (Reflect).

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan alur yang dikemukakan oleh Kasbolah (1999: 78) sebagai berikut:

  1. merencanakan tindakan.
  2. melaksanakan  tindakan.
  3. melaksanakan  observasi.
  4. melakukan refleksi.

Sedangkan untuk siklus selanjutnya adalah sebagai pelaksanaan tindakan ulang. Alur pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas tersebut digambarkan sebagai berikut:

 

Alur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fakhmadsudrajat.wordpress.com

 

  1. Deskripsi Per Siklus

Tes awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam menulis teks prosedur. Pada tahap ini terlebih dahulu guru menjelaskan materi teks prosedur dengan belum menggunakan  metode problem based learning, dan guru masih menggunakan metode ceramah.

  1. Siklus 1

Prosedur penelitian dalam siklus I terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berikut ini adalah penjabaran prosedur penelitian  dalam siklus I.

  1. Perencanaan

Tahap perencanaan siklus I dilakukan peneliti sebagai upaya memecahkan masalah berdasarkan observasi awal. Pada tahap ini, peneliti berkoordinasi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mengenai waktu pelaksanaan penelitian, materi yang diajarkan, dan media yang digunakan dalam pembelajaran, dan rencana penelitian  agar  penelitian yang dilakukan lebih terarah dan sistematis. Persiapan yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menulis teks prosedur peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawangi, yaitu (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran menulis teks prosedur, (2) menentukan media yang digunakan untuk pembelajaran, (3) mempersiapkan materi pembelajaran, (4) mempersiapkan instrumen tes, pedoman observasi, pedoman catatan lapangan, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi, (5) berkoordinasi  dengan  guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang kegiatan pembelajaran menulis teks prosedur. Tahap ini bermanfaat agar pelaksanaan pada tahap tindakan lebih mudah, terarah, dan sistematis.

  1. Pelaksanaan Tindakan

Tindakan yang dilakukan dalam pembelajaran menulis teks prosedur pada siklus I ini sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Materi pembelajaran yang diajarkan yaitu pengertian, struktur, dan  kaidah penulisan teks prosedur. Secara garis besar, tindakan yang  dilakukan  adalah melaksanakan pembelajaran menulis teks prosedur menggunakan media gambar. Setiap pelaksanaan dilakukan tiga tahap, yaitu tahap pendahuluan, tahap inti, dan tahap penutup.

  1. Kegiatan Awal

Kegiatan pembelajaran diawali dengan guru memberi salam kepada siswa dilanjutkan dengan mengondisikan siswa dan  memastikan siswa siap menerima pelajaran. Setelah itu, guru menjabarkan tujuan pembelajaran yang merujuk pada indikator.

  1. Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti siklus I, guru menjelaskan pengertian dan unsur pembangun teks prosedur. Setelah itu, guru memerintahkan siswa untuk membaca contoh teks prosedur di internet atau buku panduan. Selanjutnya, peserta didik diminta mencatat hal-hal penting yang ada di internet atau buku panduan tersebut untuk dikembangkan menjadi sebuah teks prosedur.

  1. Penutup

Pada kegiatan ini guru memberikan kritik dan saran sekaligus evaluasi dari proses pembelajaran yang telah berlangsung. Untuk memberi motivasi pada peserta didik, guru memberikan penghargaan kepada peserta didik yang telah mengerjakan tugasnya dengan baik. Selain itu, guru juga mengamati perilaku peserta didik dalam suasana kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam kegiatan ini guru juga mendiskusikan hasil pembelajaran dan menyampaikan evaluasi keseluruhan pada siklus I. Guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam penutup.

  1. Pengamatan

Pengamatan yang dilakukan berupa pengamatan proses pembelajaran dan pengamatan produk pembelajaran atau hasil implementasi tindakan. Pengamatan proses pembelajaran yang dilakukan meliputi aktifitas peserta didik dalam pembelajaran menulis teks prosedur  menggunakan media gambar. Segala aktifitas dicatat dalam lembar catatan lapangan dan lembar observasi. Pengamatan produk pembelajaran atau hasil kemampuan menulis teks prosedur siswa dilakukan dengan pedoman penilaian yang telah disiapkan. Keberhasilan proses dilihat dari perkembangan proses pembelajaran, yaitu adanya perubahan sikap positif dengan adanya media gambar  yang dibuktikan dengan keberhasilan peserta didik dalam menulis teks prosedur. Peneliti menggunakan instrumen berupa catatan lapangan, lembar observasi, pedoman penilaian, dan kamera untuk melakukan pengematan terhadap siswa.

  1. Refleksi

Refleksi dilakukan berdasarkan data-data yang masuk selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Peneliti bersama kolabolator berdiskusi untuk menganalisis hasil proses dan tindakan  setelah  dilakukan. Hasil pengamatan baik proses maupun produk didiskusikan dengan kolaboraotor untuk mengidentifikasi kekurangan  dan permasalahan selama proses pembelajaran untuk mengarah  pada perbaikan dan peninjauan kembali kegiatan yang telah dilakukan. Hasil diskusi dijadikan acuan dalam perbaikan pembelajaran siklus berikutnya.

 

  1. Siklus II

Prosedur tindakan siklus II merupakan usaha peningkatan kemampuan menulis teks prosedur yang digunakan untuk mengetahui peran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Di siklus II guru menggunakan metode Problem Based Learning.s Hasil dari siklus I dijadikan dasar  perencanaan  dalam siklus II. Siklus II juga akan dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pada  siklus II ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal. Berikut ini akan peneliti paparkan tahap-tahap pelaksanaan pada siklus II.

 

 

  1. Perencanaan

Tujuan yang ditetapkan dalam perencanaan siklus II pada dasarnya sama dengan tujuan pada siklus I, yaitu upaya peningkatan kemampuan menulis teks prosedur menggunakan media gambar  pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang. Pada tahap ini peneliti dan kolabolator merencanakan kembali  tindakan yang akan dilakukan pada siklus II untuk memperbaiki aspek-aspek yang dirasa masih kurang optimal dalam kemampuan menulis teks prosedur dengan menggunakan media gambar. Selain aspek proses  pembelajaran, peneliti dan kolaborator juga berusaha memperbaiki aspek produk peserta didik dalam pembelajaran menulis teks prosedur.

  1. Pelaksanaan Tindakan
  1. Kegiatan Awal

Kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan mengondisikan siswa dan memastikan peserta didik untuk siap menerima pelajaran. Setelah itu, guru menjabarkan tujuan pembelajaran yang merujuk pada indikator. Selanjutnya, Guru menanyakan kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam menulis teks prosedur dan memberi solusi kepada peserta didik agar peserta didik lebih bersemangat dalam kegiatan menulis teks prosedur selanjutnya. Selain itu, guru juga mengulas meteri pembelajaran tentang menulis teks prosedur. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar peserta didik menjadi lebih paham tentang bagaimana menulis teks prosedur yang baik.

  1. Kegiatan Inti

Pada siklus II ini peneliti bersama kolaborator menampilkan contoh teks prosedur dengan judul  “Cara Membuat Brownies Kukus”. Gambar yang ditampilkaan tidak ditampilkan di siklus I. Peserta didik diminta mencatat hal-hal penting yang ada dalam gambar  tersebut  untuk nantinya dikembangkan menjadi sebuah teks prosedur yang utuh.

Setelah selesai menulis teks prosedur, beberapa peserta didik diminta untuk membacakan hasil karyanya. Peserta didik lain dan guru menanggapi hasil pekerjaan peserta didik tersebut. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik bisa mengetahui kesalahan pada hasil karyanya untuk nanti bisa dijadikan bahan perbaikan dalam menulis teks prosedur selanjutnya. Setelah kegiatan tersebut selesai, guru memberikan arahan kepada peserta didik untuk melaksanakan perbaikan atas hasil teks prosedur yang mereka buat. Kemudian, peserta didik diminta mengumpulkan hasil pekerjaannya untuk didokumentasikan.

  1. Penutup

Pada kegiatan ini guru memberikan kritik dan saran sekaligus evaluasi dari proses pembelajaran yang telah berlangsung. Untuk memberi motivasi pada peserta didik, guru memberi penghargaan kepada  peserta didik yang telah mengerjakan tugasnya dengan baik. Selain itu, guru juga mengamati perilaku peserta didik, reaksinya terhadap penggunaan media, dan suasana kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam.

  1. Pengamatan

Pengamatan dilakukan sebanyak kegiatan yang  sudah dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan tersebut tercermin dalam lembar pengamatan dan catatan lapangan. Ketentuan keberhasilan dilihat dari keberhasilan produk dan keberhasilan proses. Keberhasilan proses dilihat dari aktivitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Peneliti melakukan pengamatan terhadap minat peserta didik meliputi beberapa aspek yaitu: (1) keaktifan peserta didik memperhatikan penjelasan guru, (2) keaktifan peserta didik mencatat penjelasan guru, (3) keaktifan peserta didik menanyakan penjelasan guru dan (4) keaktifan peserta didik mengerjakan  tugas  yang diberikan guru. Sementara itu, keberhasilan produk dilihat dari nilai peserta didik dalam membuat teks prosedur.

  1. Refleksi

Refleksi dilakukan berdasarkan data keseluruhan  yang  sudah masuk. Refleksi dilakukan dengan mengumpulkan semua informasi yang diambil dari hasil tes kemampuan menulis teks prosedur dengan media gambar dan hasil nontes berupa lembar pengamatan, kuesioner, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.  Setelah  data-data berhasil dikumpulkan, data tersebut dikaji dan dievaluasi agar mendapatkan simpulan mengenai kemampuan peserta didik dalam menulis teks prosedur dengan media gambar. Evaluasi hasil akhir penelitian dilakukan untuk menyimpulkan hasil tindakan yang diterapkan. Evaluasi dan refleksi pada siklus II dilakukan oleh peneliti dan kolaborator (guru).


 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  1. Deskripsi Siklus I

Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I, peneliti tidak menggunakan metode Problem Based Learning. Pada bagian ini peneliti sajikan penganalisaan hasil test menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur. Langkah pertama yang akan peneliti sajikan adalah menyajikan data hasil penelitian menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur yang terdiri dari 20 orang.

Nilai menganalisis struktur dan kebahasaan pada siklus I dari jumlah 20 orang yang mendapatkan nilai 76 berjumlah 1 orang,  yang mendapatkan nilai 71 berjumlah 1 orang, yang mendapatkan nilai 65 berjumlah 3 orang, yang mendapatkan nilai 59 berjumlah 1 orang, yang mendapatkan nilai 47 berjumlah 5 orang, yang mendapatkan nilai 41 berjumlah 5 orang,  yang mendapatkan nilai 35 berjumlah 4 orang.

Berdasarkan data di atas, nilai siklus I yang tertinggi adalah 76 dan nilai yang terendah dalah 35 dengan jumlah rata-rata nilai siklus I adalah 49. Dengan hasil siklus I yang tidak memuaskan, peneliti mencoba memberikan tindakan yang lain pada siklus II dengan menggunakan metode Problem Based Learning.

  1. Deskripsi Nilai Tertinggi Siklus I

Nama : Rasyid Dwi Prasetyo

Kelas : XI TGM 1

Nilai 76

Hasil Analisis

Struktur Teks Prosedur

  1. Tujuan (Skor 4)

Ikan bakar sambal matah Resep ini cukup sederhana Sambal bisa ditambahkan sedikit terasi bakar, jika suka.

 

Bahan-bahan

  1. 1 porsi 1 ekor (200 gram) ikan
  2.  1/2 sdt garam 1/2 bh jeruk nipis oles :
  3.  1 sdm margarin
  4. 1 sdm kecap manis Bahan sambal matah
  5. 1 btg sereh, bagian putihnya, iris tipis
  6. 5 bh cabe rawit merah, iris tipis
  7. 3 bh bawang merah, iris tipis
  8. 3 lbr daun jeruk, iris tipis
  9. 1/4 sdt terasi bakar (sy skip)
  10. 1 bh jeruk nipis, peres
  11. 1/4 sdt garam
  12. 1/4 sdt gula 1-2 sdm minyak goreng panas
  1. Langkah-langkah ( skor 4 )
  1. Bersihkan ikan, peresi dg keruk nipis dan bubuhi garam, diamkan 15 menit.
  2. Lalu bakar ikan sambil dioles margarin dan kecap manis. Bakar sampai matang, sisihkan.
  3. Campurkan cabe, bawang merah, daun jeruk, sereh iris, terasi bakar dan air jeruk nipis. Lalu bubuhi dg garam dan gula dan siram dg minyak goreng panas. Remas2 dg tangan.

Unsur Kebahasaan ( skor 5 )

  1. Deskripsi Nilai Terendah Siklus I

Nama : Abdul Roni

Kelas : XI TGM 1

Nilai : 35

Hasil Analisis

Struktur Teks Prosedr

  1. Tujuan (Skor 2)

Cara Membuat Telur Mata Sapi Telur mata sapi adalah salah satu menu makanan yang dapat dimakan sendiri atau menjadi pelengkap dalam suatu menu makanan lain seperti pada menu nasi goreng, mie goreng, bihun goreng, dan yang lainnya. Cara membuatnya sangat mudah. Berikut di bawah ini adalah cara membuatnya.

  1. Langkah-langkah  (Skor 3)

Pertama, nyalakan api dengan ukuran sedang. Kemudian, letakkan wajan atau teflon di atas kompor. Masukan mentega atau minyak goreng ke dalam wajan atau teflon, tunggu hingga meleleh atau panas. Lalu, pecahkan telur dan tuangkan isi telur ke dalam wajan atau teflon, jangan lupa untuk menambahkan garam secukupnya. Supaya telur matang sempurna, balikkan telur dengan menggunakan spatula. Jika telur sudah matang, angkat lalu tiriskan sebentar agar minyaknya turun. Kemudian letakkan di atas piring, telur mata sapi sudah siap untuk disajikan.

Unsur kebahasaan  (skor 1).

 

 

  1. Data Hasil Analisis Siklus I

Di bawah ini hasil analisis keseluruhan siklus I

No

Nama Peserta Didik

Struktur

Kebahasaan

Skor

Nilai

1.

Abdul Roni

5

1

6

35

2.

Ade Irma Irawan

7

1

8

47

3.

Ahmad Mumin K

5

1

6

35

4.

Alfian Fadillah

5

1

6

35

5.

Alfira Febrianti P

7

1

8

47

6.

Anisya Tri Zulianti

7

1

8

47

7.

Bintang Maulana Y

7

5

12

71

8.

Icha Lutfigni

7

1

8

47

9.

Ilham Fauzi N

6

1

7

41

10.

Indra Firmansyah

10

1

11

65

11.

Karlin Aprilia

5

1

6

35

12.

M. Afifudin

6

1

7

41

13.

Meizandri A S

6

4

10

59

14.

Muhamad Faisal

7

1

8

47

15.

Muhamad Yusni H

6

1

7

41

16.

Naufal Hermawan

10

1

11

65

17.

Rasyid Dwi P

8

5

13

76

18.

Ridho Febrian

10

1

11

65

19.

Satya Mustika

6

1

7

41

20

Zaid Sugandi L

6

1

7

41

 

 

  1. Deskripsi Siklus II

Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II, peneliti menggunakan metode Problem Based Learning. Pada bagian ini peneliti sajikan penganalisaan hasil test menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur. Langkah pertama yang akan peneliti sajikan adalah menyajikan data hasil penelitian menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur yang terdiri dari 20 orang.

Nilai menganalisis struktur dan kebahasaan pada siklus II dari jumlah 20 orang yang mendapatkan nilai 100 berjumlah 4 orang,  yang mendapatkan nilai 93 berjumlah 2 orang, yang mendapatkan nilai 85 berjumlah 6 orang, yang mendapatkan nilai 71 berjumlah 5 orang, yang mendapatkan nilai 64 berjumlah 1 orang, yang mendapatkan nilai 43 berjumlah 2 orang.

Berdasarkan data di atas, nilai siklus II yang tertinggi adalah 100 dan nilai yang terendah dalah 43 dengan jumlah rata-rata nilai siklus II adalah 78,25.

  1. Deskripsi Nilai Tertinggi Siklus II

Nama : Meizandri Ardiansyah Sukri

Kelas : XI TGM 1

Nilai : 100

Hasil Analisis

Membuat Nasi Goreng

Struktur Teks Prosedur

  1. Tujuan (skor 2)

Nasi goreng adalah santapan  khas Indonesia yang sederhana namun lezat yang dapat dimasak dengan mudah dan cepat. Bagaimana cara membuatnya? Sebelum masuk ke tahap pembuatannya siapkan dulu bahan-bahan  di bawah ini.

  1. Langkah-langkah ( skor 5 )
  1. Jangan mulai memasak kecuali semua bahan telah tersedia  di meja, karena nasi goreng harus dimasak dengan cepat dan spontan.
  2. Siapkan nasi yang akan digoreng. Pastikan nasi buyar dengan memilahnya menggunakan sendok dan dinginkan sebentar jika nasi masih dalam keadaan panas atau hangat.
  3. Potong-potong sayur hijau sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Sayur hijau akan layu dan mengerut ketika dimasak, jadi jangan ragu untuk memotongnya dengan agak besar.
  4. Pecahkan telur dan masukan ke dalam mangkuk atau wadah lain yang tersedia. Hal ini dilakukan agar kita dapat memastikan telur tidak busuk dan tidak ada kulit telur yang terbawa karena kita memecahkannya langsung di atas wajan. Telur boleh dikocok atau tidak, sesuai selera.
  5. Cincang bawang merah dan bawang putih dengan halus. Pastikan garam dan kecap berada di tempat yang mudah untuk dijangkau.
  6. panaskan minyak di atas wajan. Gunakan api kecil hingga sedang. Setelah panas, tuangkan telur dan oseng hingga menjadi telur orak-arik. Setelah telur cukup matang tambahkan lagi sedikit minyak lalu masukan bawang merah dan bawang putih yang telah dicincang halus. Tumis sebentar hingga harum.
  7. Campurkan nasi ke dalam wajan. Oseng nasi hingga benar-benar tercampur sempurna dengan telur dan bawang. Terakhir, masukan sayur dan taburkan garam secukupnya. Sayur dimasukan terakhir agar tidak menjadi terlalu layu.
  8. Setelah beberapa saat dimasak dengan api kecil tuangkan kecap dan besarkan api. Namun tambah kecepatan osengan agar tidak gosong. Hal ini dilakukan agar kecap benar-benar mengkaramel oleh api besar. Langkah terakhir adalah dengan mengoreksi rasa. Tambahkan garam dan kecap jika kurang terasa. Nadi goreng siap disajikan.
  1. Penegasan Ulang ( Skor 3 )

Prosedur memasak nasi goreng ini mungkin tampak agak sedikit rumit jika dibandingkan dengan cara memasak yang konvensional. Namun hasilnya tidak akan mengecewakan. Nasi goreng akan memiliki rasa kompleks karena benar-benar terkaramel dan sayur tidak akan terlalu layu. Selamat mencoba!

Unsur Kebahasaan (Skor 4)

  1. Deskripsi Nilai Terendah Siklus II

Nama : Abdul Roni

Kelas : XI TGM 1

Nilai : 43

Hasil Analisis

Membuat Getuk Lindri

Struktur Teks Prosedur

  1. Tujuan (Skor 2 )

Getuk Lindri ialah salah satu santapan tradisional dari Jawa Tengah. Santapan yang bahan dasarnya dari singkong ini sangat banyak diminati oleh seluruh golongan. Getuk lindri biasanya disajikan dengan taburan kelapa yang diparut sehingga membuat rasanya terus menjadi gurih serta lezat. Cara membuatnyapun tidaklah sulit.

  1. Langkah-langkah ( skor 3 )
  1. Singkong terlebih dulu dibersihkan dari kulitnya dengan metode dikupas mengenakan pisau, setelah itu dibersihkan dengan air.
  2. Potong- potong singkong yang sudah bersih sesuai keinginan.
  3. Rebuslah singkong dalam air yang mendidih hingga matang serta empuk kemudian angkat serta dinginkan.
  4. Bila telah dingin, singkong setelah itu dihaluskan dengan  metode ditumbuk atau dihaluskan.
  5. Masukkan gula pasir serta garam dapur, serta di uleni di campur aduk aduk dengan tangan hingga tercampur merata.
  6. pisahkan adonan singkong tersebut menjadi sebagian bagian, setelah itu teteskan pewarna yang sudah disiapkan, serta aduk kembali sampai corak tercampur dengan rata.
  7. Cetak adonan singkong dengan cetakan getuk lindri atau tahap ini sesuai keiginan juga bisa, serta sisihkan supaya tidak tercampur dengan adonan
  8. Gabungkan kelapa yang telah diparut tadi dengan garam, aduk hingga menyeluruh serta kukus sebentar.
  9. Sehabis itu angkat serta sediakan getuk lindri dengan taburan kelapa parut. Selesai, getuk lindri siap untuk disajikan dan dinikmati bersama-sama. Unsur Kebahasaan ( skor 1 )

 

  1. Data Hasil Analisis Siklus II

Di bawah ini hasil analisis keseluruhan siklus II

Bagikan


Berita Terbaru

Kegiatan Terbaru