Please enable JS

Berita





Jurnal atau artikel

Penggunaaan Metode Problem Based Learning (PBL) unruk meningkatkan kemampuan keterampilan menulis Teks Prosedur di Kelas XI TGM 1 SMK Texmaco karawang

 

Rizki Nurmaulani

rizkinurmaulani681@gmail.com

Kata Kunci : Model Problem Based Learning (PBL), Keterampilan Menulis Teks Prosedur

 

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan pembelajaran yang memicuu oleh permasalahan, yang mendorong siswa untuk : a. Belajar dan bekerja kooperatif dalam kelompok untuk mendapatkan solusi b. Berfikir kritis dan anlitis c. Mampu menetapkan serta menggunakan sumber daya pembelajaran yang sesuai.Menulis merupakan salah satu aspek berbahasa yang bersifat produktif. Hal ini sangat bermanfaat bagi para penerus bangsa agar menjadi manusia yang produktif dan kreatif. Menulis dikatakan sebagai sesuatu yang produktif sebab, dengan kegiatan menulis siswa dapat menghasilkan suatu produk berbentuk karya yang dapat dibanggakan. Subjek Penelitian ini SMK Texmaco Karawang kelas XI TGM 1 berjumlah 20 siswa, penelitian ini terdiri dua siklus, siklus pertama belum menggunakan media pembelajaran dan siklus dua sudah menggunakan media pembelajaran dan berdiskusi.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan alur yang dikemukakan oleh (kasbolah 1999: 78) yaitu 1. Merencanakan tindakan, 2. Melaksanakan tindakan, 3. Melaksanakan observasi, 4. Melakaukan refleksi.Analisis data pada pelaksanaan pembelajaran siklus I, peneliti tidak menggunakan metode Problem Based Learning. Pada bagian ini peneliti sajikan penganalisaan hasil test menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur. Langkah pertama yang akan peneliti sajikan adalah menyajikan data hasil penelitian menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur yang terdiri dari 20 orang. Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II, peneliti menggunakan metode Problem Based Learning. Pada bagian ini peneliti sajikan penganalisaan hasil test menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur. Langkah pertama yang akan peneliti sajikan adalah menyajikan data hasil penelitian menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur yang terdiri dari 20 orang.

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

 

Menulis merupakan salah satu aspek berbahasa yang bersifat produktif. Hal ini sangat bermanfaat bagi para penerus bangsa agar menjadi manusia yang produktif dan kreatif. Menulis dikatakan sebagai sesuatu yang produktif sebab, dengan kegiatan menulis siswa dapat menghasilkan suatu produk berbentuk karya yang dapat dibanggakan.Tetapi, pada kenyataannya kegiatan menulis adalah salah satu kegiatan yang sangat sulit. Tidak dapat dipungkiri di negara kita ini masih banyak orang yang berpendidikan tetapi tidak bisa menulis, seperti yang dikatakan oleh Zainurrahman (19:2011) “kita tidak dapat menipu diri bahwa sebagian besar masyarakat kita „tidak mampu menulis? dan bukan karena mereka buta huruf, tetapi karena mereka tidak mengerti dan tidak memiliki cukup ilmu dan pengalaman untuk melakukannya.”

Pembelajaran yang ditawarkan pada kurikulum 2013 khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia menyuguhkan beberapa teks yang harus dikuasai, salah satu teks yang harus dipelajari pada kurikulum 2013 adalah teks prosedur kompleks. Teks ini dirasa asing pada pembelajaran kurikulum 2013 karena merupakan teks yang jarang digunakan pada proses pembelajaran. Penelitian ini akan mengangkat semua masalah dimana letak kesulitan dalam memproduksi teks prosedur kompleks berdasarkan karakteristik teks.

Untuk itu, pembelajaran menulis memerlukan strategi yang tepat demi tercapainya peningkatan keterampilan menulis pada siswa. Salah satu jenis keterampilan menulis yang harus dikuasai siswa adalah menulis teks prosedur. Priyatni (2014) menjelaskan bahwa teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut. Sementara itu, Mahsun (2014) menyatakan bahwa teks prosedur adalah teks yang bertujuan untuk memberikan pengarahan atau pengajaran tentang langkah-langkah sesuatu yang telah ditentukan. Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap, jelas, dan terperinci tentang cara melakukan sesuatu (Kosasih, 2016). Teks prosedur bertujuan memberikan panduan membuat atau melakukan sesuatu sehingga membuahkan hasil yang maksimal dan berlangsung secara efektif. Dengan membaca teks prosedur, pembaca dapat mengetahui langkah- langkah membuat atau melakukan sesuatu dengan benar terhindar dari kesalahan prosedur (Suherli, 2017). Menurut Kosasih (2016), struktur teks prosedur tebagi ke dalam perumusan tujuan (pendahuluan), langkah-langkah pembahasan, dan penegasan ulang (penutup). Model pembelajaran ini memfokuskan pada pelacakan akar masalah dan memecahkan masalah tersebut (Abbudin, 2011). Selanjutnya Stepien (dalam Ngalimun, 2013) menyatakan bahwa PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah. Menurut Hosnan (2014), tahapan model PBL yaitu orientasi siswa pada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasakan pentingnya menciptakan pembelajaran yang inovatif sehingga dapat meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur peserta didik. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur. Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah proses pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan metode problem based learning (PBL) kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang  dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik?
  2. Bagaimanakah pengaruh Metode problem based learning(PBL)  dalam pembelajaran menulis teks prosedur  pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang ?
  3. Bagaimanakah terdapat peningkatan kemampuan menulis teks prosedur setelah dilakukan pembelajaran dengan metode Problem Based Learning(PBL) pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang ?

Tujuan Penelitian ini dilakukan pada dasarnya bertujuan untuk memecahkan masalah. Sesuatu yang akan dicapai dari sebuah penelitian memungkinkan peneliti untuk memecahkan masalah. Masalah tersebut diteliti dan pada akhirnya akan menghasilkan suatu pencapaian yang sesuai dengan permasalahan untuk mengetahui keberhasilan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Proses pembelajaran menulis teks prosedur dengan dengan metode Based Learning (PBL) pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang.
  2. Pengaruh metode Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran menulis teks prosedur pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang.
  3. Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur dengan metode Problem Based Learning pada pada peserta didik kelas XI TGM 1 SMK  Texmaco Karawang.

 

METODE

Penelitian tindakan kelas mempunyai manfaat yang cukup besar, baik bagi guru, pembelajaran, maupun bagi sekolah. Manfaat PTK bagi guru antara lain sebagai berikut:

  1. Bagi siswa

Diharapkan melalui pembelajaran dengan menggunakan media gambar ini akan dapat meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur dan memberi kemudahan dalam mengembangkan gagasan/ide tulisan.

  1. Bagi guru

Melalui penelitian ini diharapkan pendidik dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik dan baru dalam menulis teks prosedur, serta sebagai pengayaan media pembelajaran yang variatif dalam keterampilan menulis.

  1. Bagi sekolah

Melalui penelitian ini menjadi sebagai suatu kebijakan dari kepala sekolah untuk menetapkan media gambar  dalam proses pembelajaran.

  1. Bagi peneliti

Penelitian ini dapat menambah wawasan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur bagi peserta didik dan menambah pengalaman dalam mengembangkan media gambar dalam setiap proses pembelajaran terutama untuk bidang bahasa Indonesia.

Pengertian Penelitian tindakan kelas berdasarkan berbagai sumber seperti Mettetal (2003); Kardi (2000), dan Nur (2001), Penelitian tindakan kelas (PTK) didefinisikan sebagai penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri mealui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Dalam model penelitian ini, si peneliti (guru) bertindak sebagai pengamat (observer) sekaligus sebagai partisipan.

Penelitian ini dilakukan di kelas XI TGM 1 1 SMK Texmaco Karawang  meliputi perencanaan dan pelaksanaan tindakan yaitu pada hari Rabu, tanggal 14 Oktober 2020 sampai dengan hari Selasa, tanggal 20 Oktober 2020 di siklus I, dan hari Rabu, tanggal 21 Oktober 2020 sampai dengan hari Selasa, 27 Oktober 2020 di siklus II . Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI TGM I SMK Texmaco Karawang dan objek penelitian ini adalah penerapan metode demonstrasi PBL dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan deskripsi siklus I dan deskripsi siklus II. Indikator keberhasilan prosses pembelajaran adalah keadaan setelah dilakukan tindakan lebih baik dari sebelumnya. Tindakan tersebut dinyatakan berhasil baik, tetapi apabila perilaku lebih jelek dari sebelumnya maka belum dinyatakan berhasil. Keberhasilan hasil diperoleh jika terjadi peningkatan rerata nilai peserta didik pada penulisan teks prosedur dengan metode demonstrasi PBL sebesar≥ 78,25.

Kondisi Awal

Nilai menganalisis struktur dan kebahasaan pada siklus I dari jumlah 20 orang yang mendapatkan nilai 76 berjumlah 1 orang,  yang mendapatkan nilai 71 berjumlah 1 orang, yang mendapatkan nilai 65 berjumlah 3 orang, yang mendapatkan nilai 59 berjumlah 1 orang, yang mendapatkan nilai 47 berjumlah 5 orang, yang mendapatkan nilai 41 berjumlah 5 orang,  yang mendapatkan nilai 35 berjumlah 4 orang.

Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah , tidak memakai media pembelajaran sehingga peserta didik belum sepenuhnya memahami, dan proses pembelajaran di dalam kelas belum mengoptimalkan peran serta siswa sehingga siswa masih pasif.  Nilai siklus I yang tertinggi adalah 76 dan nilai yang terendah adalah 35 dengan jumlah rata-rata nilai siklus I adalah 49. Dengan hasil siklus I yang tidak memuaskan.

Pembelajaran keterampilan menulis teks prosedur masih konvensional

Siswa belajar secara individu, interaksi di antara siswa  kurang, dan pembelajaran yang lebih banyak berpusat pada guru.

Tindakan

          Memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah dengan metode Problem Based Learning (PBL). Siswa lebih memahami dan menanggapi pembelajaran setelah dilakukannya metode Problem Based Learning.

Pembelajaran dengan metode Problem Based Learning

  1. Siswa lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.
  2. Sikap siswa lebih aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berpikir siswa yang lebih tinggi dan bekerja sama.
  3. Menjadikan siswa lebih mandiri dan dewasa, mampu memberi aspirasi dan menerima pendapat dari orang lain, menanamkan sikap sosial yang positif diantara siswa.
  4. Siswa belajar secara individu dan kelompok
  5. Pembelajaran sangat efektif dan efisien.
  6. Interaksi di antara siswa sangat baik.
  7. Pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru, tapi pada siswa juga.

Kondisi Akhir

Setelah melaksanakan pembelajaran menganalisis, isi, dan kaidah kebahasaan teks prosedur dengan  menggunakan metode Problem Based Learning pada siswa kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang mencapai KKM.

 

Hasil Pembahasan

 

Pembelajaran menulis teks prosedur menggunakan metode demonstrasi PBL bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan menulis teks prosedur pada siswa kelas XI TGM 1 di SMK Texmaco Karawang. Berdasarkan catatan lapangan dan tes pratindakan menunjukan bahwa kemampuan menulis teks prosedur siswa rata-rata rendah dan perlu ditingkatkan untuk menjadi lebih baik.

Kurangnya kemampuan menulis teks prosedur pada siswa dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu bahwa faktor-faktor yang menghambat siswa dalam menyususn teks prosedur kompleks antara lain (1) siswa kesulitan dalam mengurutkan bagian-bagian serta langkah pembuatan teks prosedur kompleks, (2) siswa masih sering menggunakan bahasa tidak baku, (3) kesulitan dalam pemilihan kosa kata dan kalimat efektif. Faktor yang lain adalah faktor eksternal yang dialami siswa adalah penggunaan model dan metode yang guru terapkan dalam pembelajaran kurang kreatif dan variatif sehingga siswa merasa jenuh dan kurang tertarik dalam proses pembelajaran.

  1. Deskripsi Siklus I

Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I, peneliti tidak menggunakan metode Problem Based Learning. Pada bagian ini peneliti sajikan penganalisaan hasil test menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur. Langkah pertama yang akan peneliti sajikan adalah menyajikan data hasil penelitian menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur yang terdiri dari 20 orang. Nilai menganalisis struktur dan kebahasaan pada siklus I dari jumlah 20 orang yang mendapatkan nilai 76 berjumlah 1 orang,  yang mendapatkan nilai 71 berjumlah 1 orang, yang mendapatkan nilai 65 berjumlah 3 orang, yang mendapatkan nilai 59 berjumlah 1 orang, yang mendapatkan nilai 47 berjumlah 5 orang, yang mendapatkan nilai 41 berjumlah 5 orang,  yang mendapatkan nilai 35 berjumlah 4 orang.

Berdasarkan data di atas, nilai siklus I yang tertinggi adalah 76 dan nilai yang terendah dalah 35 dengan jumlah rata-rata nilai siklus I adalah 49. Dengan hasil siklus I yang tidak memuaskan, peneliti mencoba memberikan tindakan yang lain pada siklus II dengan menggunakan metode Problem Based Learning.

  1. Deskripsi Siklus II

Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II, peneliti menggunakan metode Problem Based Learning. Pada bagian ini peneliti sajikan penganalisaan hasil test menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur. Langkah pertama yang akan peneliti sajikan adalah menyajikan data hasil penelitian menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur yang terdiri dari 20 orang.

Nilai menganalisis struktur dan kebahasaan pada siklus II dari jumlah 20 orang yang mendapatkan nilai 100 berjumlah 4 orang,  yang mendapatkan nilai 93 berjumlah 2 orang, yang mendapatkan nilai 85 berjumlah 6 orang, yang mendapatkan nilai 71 berjumlah 5 orang, yang mendapatkan nilai 64 berjumlah 1 orang, yang mendapatkan nilai 43 berjumlah 2 orang. Berdasarkan data di atas, nilai siklus II yang tertinggi adalah 100 dan nilai yang terendah dalah 43 dengan jumlah rata-rata nilai siklus II adalah 78,25.

  1. Pembahasan Analisis Data Hasil Siklus I dan Siklus II

Data di atas memaparkan tentang hasil siklus I dan siklus II. Untuk mengetahui lebih jelas nilai rata-rata siklus I dan siklus II dapat dilihat dari table berikut :

No

Nama Peserta Didik

Nilai Siklus I

Nilai Siklus II

1.

Abdul Roni

35

43

2.

Ade Irma Irawan

47

85

3.

Ahmad Mumin K

35

64

4.

Alfian Fadillah

35

71

5.

Alfira Febrianti P

47

100

6.

Anisya Tri Z

47

85

7.

Bintang M Yusuf

71

93

8.

Icha Lutfigni

47

85

9.

Ilham Fauzi N

41

93

10.

Indra Firmansyah

65

100

11.

Karlin Aprilia

35

43

12.

M. Afifudin

41

85

13.

Meizandri A S

59

100

14.

Muhamad Faisal

47

71

15.

M Yusni H

41

100

16.

Naufal H

65

85

17.

Rasyid Dwi P

76

71

18.

Ridho Febrian

65

71

19.

Satya Mustika

41

85

20

Zaid Sugandi L

41

71

 

Dari data di atas menunjukan bahwa dengan menggunakan metode problem based learning dapat meningkatkan hasil pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada kelas XI TGM 1 SMK Texmaco Karawang diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Aktivitas guru selama proses pembelajaran melalui pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan media gambar ser, pada siklus I  belum memakai media pembelajaran gambar tetapi pada tahap siklus II guru sudah memakai media pembelajaran dengan menggunakan gambar 2. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran melalui pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan media gambar , pada siklus I kategori cukup, pada siklus II meningkat lagi dari pada siklus I dengan kategori baik.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan perlu dikemukakan beberapa saran sebagai berikut: 1. Dalam pembelajaran menulis teks prosedur diharapkan kepada guru untuk lebih terampil memilih media pembelajaran sehingga siswa lebih aktif dalam belajar. 2. Dalam pembelajaran menulis teks prosedur diharapkan kepada siswa lebih aktif dalam belajar dan mampu untuk memahami teks prosedur. 3. Penggunaan media gambar membawa dampak yang positif terhadap hasil belajar siswa khususnya materi menulis teks prosedur, maka diharapkan guru dapat menggunakannya.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMK Texmaco Karawang yang telah memberikan fasilitasi baik tempat, dan waktu. Tidak lupa juga, penulis mengucapkan terima kasih kepada siswa kelas XI TGM 1 yang telah berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA


Kosasih, E. (2016). Jenis-jenis Teks: Analisis fungsi, struktur, kaidah, serta langkah penulisannya. Bandung: Yrama Widya.

Kemmis, Stephen & Mc Taggart, Robin (1992). The Action Research Planner. Victoria: Daekin University Press

Nur, Mochamad, (2001). Penelitian Tindakan Kelas. Kumpulan Makalah

Akhaidiah, Sabarti. 2012. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

Arikunto, Suharsimi. dkk. 2015. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi  Aksara.

Teori Pembelajaran MIPA. Surabaya : PSMS Universitas Negeri Surabaya.

Tarigan Guntur Henry.1992 Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Priyatni,  Endah  Tri  dan  Titik  Harsiati.  (2013). Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA Kelas X.
Jakarta: Bumi Aksara.

Suherli, dkk. (2017). Bahasa Indonesia. Jakarta: Kemdikbud.

Mahsun. (2014). Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: Rajawali Pres.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Sumber Internet :

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fakhmadsudrajat.wordpress.com

 

Bagikan


Berita Terbaru

Kegiatan Terbaru